Citranusantaranews
SEMARANG- Nama Dr. H. AM Juma’i,SE,MM., dikenal luas di kalangan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia akademik di Kota Semarang. Sosoknya identik dengan gerakan sosial, dakwah, pembinaan kepemudaan, dan aktivitas kemasyarakatan yang konsisten dijalani selama bertahun-tahun.
Perjalanan hidupnya bukanlah kisah instan. Lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di kawasan transmigrasi Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, AM Juma’i menapaki hidup dengan penuh perjuangan.
Lingkungan pesantren menjadi tempat yang membentuk karakter, kedisiplinan, serta keberaniannya dalam berdakwah dan memimpin.
Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan sejak muda terus melekat hingga dewasa. Dari sanalah tumbuh semangat pengabdian yang kemudian membawanya aktif di berbagai organisasi masyarakat dan keagamaan, khususnya di Kota Semarang dan Jawa Tengah.
Saat ini, AM Juma’i dipercaya sebagai Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang, sebuah forum yang menaungi ratusan organisasi kemasyarakatan lintas latar belakang.
Di bawah kepemimpinannya, FKSB aktif membangun sinergi sosial, menjaga kondusivitas daerah, serta memperkuat komunikasi antarormas.
Selain itu, ia juga aktif sebagai pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Semarang, Da’i Kamtibmas Polrestabes Semarang, serta penggerak dakwah di lingkungan Muhammadiyah.
Di tubuh Muhammadiyah, perjalanan organisasi AM Juma’i dimulai dari masa muda. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Remaja Muhammadiyah Kota Semarang periode 1998–2000. Kiprahnya kemudian berlanjut dengan dipercaya memimpin Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang selama dua periode, yakni tahun 2011 hingga 2018.
Tidak hanya itu, AM Juma’i juga pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Semarang Selatan periode 2015–2022.
Di tingkat wilayah, ia dipercaya menjadi Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah periode 2015–2022, yang fokus pada pemberdayaan masyarakat akar rumput dan penguatan ekonomi umat.
Pengabdiannya di bidang dakwah terus berlanjut ketika dipercaya menjadi Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah periode 2022–2028.
Saat ini, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang periode 2022–2028.
Selain aktif di Muhammadiyah, AM Juma’i juga dikenal sebagai pimpinan pasukan Gerakan Dakwah Amar Ma’rufescens Nahi Mungkar lintas ormas Islam di Kota Semarang. Gerakan tersebut aktif melakukan dakwah sosial dan pengawasan terhadap berbagai persoalan penyakit masyarakat yang dinilai meresahkan warga.
Ia juga dipercaya sebagai Ketua Gerakan Anti Madat Indonesia (GAMI) Jawa Tengah yang fokus pada gerakan sosial anti narkoba, penyalahgunaan zat adiktif, serta edukasi penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika dan kenakalan sosial.
Di bidang kemitraan sosial dan keamanan masyarakat, AM Juma’i dikenal sebagai perintis sekaligus Ketua Sahabat Polisi Jawa Tengah. Organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah kolaborasi masyarakat dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat edukasi hukum dan sosial kemasyarakatan.
Tak hanya dikenal sebagai aktivis organisasi, AM Juma’i juga merupakan akademisi dan dosen tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang. Ia berhasil meraih gelar doktor di bidang Ilmu Hukum dengan konsentrasi Ekonomi Syariah dan lulus dengan predikat Cumlaude.
Baginya, pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan sarana perjuangan untuk menghadirkan keadilan, memperkuat dakwah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, AM Juma’i dikenal sebagai sosok yang tegas menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar. Ia aktif menyampaikan penolakan terhadap perjudian, minuman keras, prostitusi, serta berbagai penyakit masyarakat lainnya. Sikap konsisten tersebut membuatnya kerap menghadapi tekanan, hujatan, hingga ancaman.
Namun, hal itu tidak menyurutkan langkahnya dalami memperjuangkan nilai-nilai yang diyakininya.
Dedikasinya di bidang dakwah bahkan mendapat apresiasi tingkat nasional melalui penghargaan Da’i Komunitas Terbaik Tingkat Nasional yang diberikan langsung oleh Haidar Nashir.
Di tengah aktivitasnya sebagai tokoh organisasi dan akademisi, AM Juma’i tetap dekat dengan masyarakat akar rumput. Ia aktif mendampingi kegiatan olahraga dan pembinaan komunitas melalui sasana tinju yang dijadikan ruang silaturahmi, pembinaan generasi muda, sekaligus penguatan solidaritas sosial.
Bagi banyak orang, sosok Dr. H. AM Juma’i menjadi gambaran tentang ketekunan, keberanian, dan pengabdian. Dari seorang anak desa di kawasan transmigrasi hingga menjadi doktor, tokoh ormas, akademisi, dan penggerak dakwah, perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar, berjuang, dan mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
(RED)

