Citranusantaranews.my.id
Semarang- Petugas uji teori SIM di Polrestabes Semarang secara konsisten menerapkan prinsip 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) dalam mendampingi setiap peserta yang mengikuti ujian teori lalu lintas, menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif.
Kanit Regident Polrestabes Semarang AKP Widiastuti menjelaskan bahwa penerapan prinsip 5S bertujuan untuk menghilangkan rasa cemas peserta dan meningkatkan kualitas interaksi antara petugas dan masyarakat.
“Kami ingin peserta merasa nyaman dan diterima dengan baik saat mengikuti uji teori. Melalui 5S, kami harapkan suasana ujian menjadi lebih kondusif dan peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkap AKP Widiastuti.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi, S.H., M.H., menekankan bahwa penerapan nilai-nilai baik dalam pelayanan merupakan bagian dari upaya meningkatkan citra institusi dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Prinsip 5S tidak hanya menjadi standar perilaku petugas, tetapi juga menjadi contoh positif tentang bagaimana interaksi yang baik dapat terwujud dalam pelayanan publik,” tandasnya.
Uji teori SIM meliputi materi tentang peraturan lalu lintas, tanda rambu, serta keselamatan berkendara, yang diujikan secara terpadu melalui sistem komputerisasi.
(Red)

