ODGJ Mengamuk Lempari Kendaraan di Semarang, Dinsos: Sudah Ditangani dan Diisolasi

Citranusantaranews

SEMARANG – Aksi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk dan melempari kendaraan yang melintas di Kota Semarang menuai keluhan dari masyarakat.

Peristiwa tersebut bahkan mendapat sorotan dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melalui unggahan di media sosial Pemerintah Kota Semarang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media melakukan penelusuran dan menemui Kepala Dinas Sosial Kota Semarang M. Agus Junaidi.

Dalam keterangannya, Agus Junaidi membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan bahwa ODGJ yang bersangkutan saat ini telah diamankan dan mendapatkan penanganan.

“Hari Minggu, 10 Mei 2026, kami menerima laporan adanya ODGJ yang mengamuk dan melempari mobil maupun kendaraan bermotor yang melintas di jalan.
Setelah mendapat laporan, petugas langsung bergerak melakukan penanganan, bersama sama dengan Satpol PP kota Semarang,” ujar Agus Junaidi.

Ia menjelaskan, ODGJ tersebut diketahui sudah beberapa kali lepas dari pengawasan. Bahkan menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir pihak Dinas Sosial telah beberapa kali melakukan penangkapan kembali terhadap yang bersangkutan.

“ODGJ ini sudah kurang lebih tiga kali lepas. Namun sore harinya berhasil kami amankan kembali dan langsung kami tempatkan di ruang isolasi di Rumah Among Jiwo Dinas Sosial Kota Semarang,” jelasnya.

Menurut Agus, penempatan di ruang khusus dilakukan karena kondisi pasien dinilai cukup berisiko. Meski mengalami gangguan jiwa, pasien disebut masih memiliki kemampuan fisik yang baik dan kerap mencoba melarikan diri.

“Kami tempatkan di kamar khusus karena pasien ini walaupun sakit, tapi akalnya masih jalan. Dia bisa memanjat tembok maupun atap. Karena itu dilakukan pendampingan dan pengawasan khusus terhadap seluruh aktivitasnya,” tambahnya.

Dinas Sosial Kota Semarang juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah terkait penanganan lanjutan.

Dalam waktu dekat, pasien tersebut rencananya akan dipindahkan ke panti sosial di luar wilayah Kota Semarang agar tidak kembali ke lokasi sebelumnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi.
Rencananya dalam beberapa hari ke depan akan ditempatkan di panti sosial yang lokasinya jauh dari Kota Semarang, supaya tidak kembali lagi ke lokasi semula dan tidak lepas kembali,” pungkas Agus Junaidi.

(Red)

Berita Terkait